Karanting’s Blog


PENERAPAN SYARIAT ISLAM DI INDONESIA DAN DUNIA MUSLIM
May 7, 2009, 5:13 am
Filed under: Uncategorized

Syariat Islam di Indonesia

Membaca di banyak website asing yang mengkopi artikel tentang sekian provinsi dari keseluruhan provinsi di Indonesia telah menjalankan syariat Islam, menimbulkan banyak pertanyaan bagi diri saya sendiri. Dua di antaranya saya tuangkan di sini.

Pertama, apakah benar hal itu sedang terjadi di negara ini?red-and-blue1
Bukan karena saya tidak cinta Islam padahal saya seorang Muslim, maka saya menolak syariat Islam dijalankan di negara ini. Maksud saya, jika dijalankan dengan sepenuhnya seperti tuntunan Alquran dan Hadist. Kenapa saya tidak setuju? Karena negara ini terlalu plural dengan kultur bangsa sangat heterogen.

Dengan latar belakang yang memiliki keluarga dengan kebudayaan dan agama heterogen, saya cenderung menjadi sangat hormat pada agama dan kepercayaan orang lain. Menurut pendapat saya, kalau memang ingin dijalankan syariat Islam di negara ini, sepatutnyalah hanya dijalankan pada para pemeluknya. Mulailah dari para pemeluknya, dan jangan setengah-setengah, apa pun resikonya. Karena bisa jadi dengan adanya penerapan syariat Islam yang terbatas hanya pada pemeluknya, jumlah kaum Muslim di negara ini akan mungkin mengkerucut dengan sangat cepat.

Kita tidak bisa menutup mata adanya Muslim KTP atau apa pun istilahnya. Mereka bisa jadi adalah kita sendiri, secara sadar atau tidak. Jika anda menonton tayangan Ramadhan tahun lalu di berbagai stasiun TV mungkin akan melihat banyak tempat di beberapa daerah mengadakan ‘I’tikab’ versi mereka yang tidak ada dalam tuntunan Alquran dan Hadist. Atau beberapa kasus bulan Ramadhan seperti yang saya tulis dalam Apa Ramadhan Istimewa? No Way sungguh tidak bisa dikatakan ‘sedang menjalankan syariat Islam’. Bukankah tidak mustahil golongan orang-orang seperti ini (yang bisa jadi kita berada di antaranya. Nauzubillahi minzhaliq) rela menukar agama dan keyakinannya karena tidak ingin diberlakukan syariat Islam pada dirinya?

Namun bukankah Muslim seharusnya bersikap fair terhadap kaum lain yang mempunyai kepercayaan berbeda? Kenapa mereka yang tidak meyakini Islam sebagai jalan hidup, juga harus menerima landasan hukum yang sama? Secara simpel, bukankah jelas ada lembaga pernikahan untuk Muslim dan non Muslim, yang artinya memang tertera perbedaan hukum antara kedua golongan itu?

Pertanyaan kedua dalam pikiran saya adalah: hendak dibawa ke mana negara ini?
Jika hukum Islam diterapkan (dalam hal ini saya tidak berargumen bahwa penerapannya hanyalah faktor suka-suka atau yang mana cocok diambil, yang mana tidak cocok akan dibuang), maka negara ini akan menjadi negara berbasis agama Islam. Seperti yang diajarkan catatan sejarah pada kita, latar belakang bangsa ini adalah Hindu dan Budha. Perjalanan bangsa membawa Islam menjadi negara berpenganut terbesar. Namun tata cara hidup dan kultur Hindu-Budha (terutama Hindu) masih kuat berakar di banyak tempat hingga saat ini. Kasus Ponari dan batu ajaibnya adalah contoh kecil menyatakan hal itu. Ketidakmampuan pemerintah memberikan kehidupan memadai pada rakyatnya dengan alasan apa pun, akhirnya menyeret sebagian bangsa ini kembali mengais sisa-sisa kultur dan kepercayaan nenek moyang. Salahkah mereka?

Jika benar negara ini hendak dijadikan negara berbasis agama Islam, maka hendaknya kita tidak setengah-setengah seperti Malaysia. Lihat saja betapa bangga Malaysia mempertontonkan pakaian jubah bagi kaum wanitanya tetapi dengan bangga juga menyatakan mereka memiliki fasilitas judi terbesar di Asia Tenggara. Jika dijalankan setengah-setengah, maka sama saja menjelek-jelekkan syariat Islam karena kita hanya akan mempertontonkan syariat Islam sebagai sesuatu yang menggelikan.

Saya membayangkan apa yang terjadi di Aceh akan terjadi di Indonesia secara umum jika benar akan diberlakukan syariat Islam di negara ini. Wanita-wanita non Muslim ‘dipaksa’ mengenakan jilbab, sementara kita masih bisa ‘menonton’ pasangan muda-mudi bukan muhrim duduk berpelukan di tepi pantai atau di taman kota. Negara seperti itukah yang ingin kita pertontonkan pada dunia untuk menunjukkan bahwa bangsa ini memiliki populasi Muslim dunia terbesar?

Jadi syariat diindonesia tidak sesuai dengan apa yang diajarkan oleh islam karena banyak pemuda-pemudi yang menyimpang dari syariat-syariat islam karena banyaknya alat-alat media massa yang canggih banyak mempertontonkan hal-hal yang kebarat-baratan sehingga pemuda-pemudinya sudah terbawa oleh arus tersebut. Sehingga semua syariat islam tidak ditegakkan lagi dengan semestinya sebagaimana agama islam telah menetapkna syariat-syariat tersebut.


Leave a Comment so far
Leave a comment



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: